Proses evakuasi korban dari runtuhan gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, sedang berlangsung dengan menjadikan keselamatan prioritas utama. Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan berat akibat struktur beton bangunan yang runtuh, yang menempel pada gedung di sebelahnya.
Deputi Penanganan Darat BNPB, Mayor Jenderal TNI Budi Irawan, menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa mereka untuk bekerja dengan sangat hati-hati dalam mengangkat material yang runtuh. Setiap langkah yang diambil harus diperhitungkan agar tidak menyebabkan keruntuhan lebih lanjut.
“Hanya ada satu kendala, yaitu beton yang menghalangi akses,” tegas Budi dalam konferensi pers terbaru. Kualitas struktur bangunan yang runtuh ini menjadi perhatian serius para ahli dan tim SAR yang terlibat dalam operasi.
Proses Pergantian Tim Dalam Evakuasi Korban Runtuhan
Tim SAR Gabungan menyadari pentingnya kolaborasi dengan ahli teknik dalam menjalankan tugas ini. Konsultasi dengan Mujdi Irmawan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan saat memotong beton yang mengganggu.
“Siang ini, Pak Mudji dari ITS akan datang untuk memberikan bimbingan,” lanjut Budi, menekankan pentingnya kehadiran ahli di lapangan. Upaya ini diharapkan tidak akan menambah risiko keruntuhan gedung yang tersisa.
Operasi pemulihan merupakan upaya yang intensif dan dilakukan secara berkelanjutan. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Bramantyo, mengungkapkan bahwa tim bekerja selama 24 jam dengan sistem bergantian.
Statistik Korban Dalam Runtuhan Gedung
Perkembangan terbaru mengenai jumlah korban sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi terbaru, total 141 korban berhasil ditemukan, di mana 104 di antaranya dalam kondisi selamat.
Dari laporan tersebut, sebanyak 37 orang dinyatakan meninggal dunia, dengan satu di antaranya merupakan potongan tubuh. Sementara itu, sekitar 26 orang lainnya masih belum ditemukan.
Hal ini menunjukkan betapa dramatisnya situasi di lokasi kejadian, terutama dengan banyaknya santri yang hadir di gedung saat runtuh. Masyarakat dan keluarga korban sangat berharap agar mereka yang hilang segera ditemukan dengan selamat.
Faktor Penyebab Runtuhnya Gedung Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Al Khoziny terdiri dari tiga lantai, termasuk musala tempat santri melaksanakan Salat Ashar. Saat kejadian, diperkirakan ada ratusan santri yang sedang beribadah, menambah tragisnya peristiwa tersebut.
Gedung ini diketahui masih dalam tahap pembangunan, menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap standar keselamatan. Pihak terkait harus melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan faktor penyebab keruntuhan.
Ke depan, penting untuk melakukan analisis yang menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. Dengan kolaborasi antara tim penyelamat dan ahlinya, diharapkan hasil dari evakuasi ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi pembangunan gedung di masa mendatang.
